Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik .

Bendungan Marangkayu ditargetkan beroperasi April 2024

Benuanta.id – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik berharap Bendungan Marangkayu di Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar) dapat segera beroperasi pada April 2024.

Akmal mengatakan, bendungan ini sangat penting bagi masyarakat di wilayah Marangkayu, Kukar maupun Bontang. Bendungan ini memiliki sejumlah manfaat, di antaranya sebagai irigasi lahan pertanian guna mendukung ketahanan pangan Kaltim, pengendali banjir serta sumber air baku dan air bagi masyarakat.

“Bahkan nantinya, waduk ini bisa dikembangkan sebagai objek wisata,” terang Akmal, dilansir laman Kaltimprov.go.id Kamis (7/12).

Akmal meminta semua pihak, termasuk masyarakat untuk mendukung dan mengawal agar bendungan yang menjadi salah satu proyek strategis nasional di Kaltim ini, dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Mari bersama-sama kita dukung pembangunan bendungan ini. Memang tidak ada kondisi ideal di lapangan,” imbuhnya.

Semua pihak, tambahnya, harus dapat memahami keterbatasan itu. Bagi mereka yang punya lahan hendaknya dapat mengerti keterbatasan yang ada, sehingga bendungan dapat segera berfungsi.

“Kita akan komunikasikan dengan BPN sehingga permasalahan yang ada dapat diselesaikan,” jelas Akmal.

Menurutnya, ketersediaan sumber air untuk lahan pertanian memang menjadi permasalahan, tidak hanya di Marangkayu tetapi juga di daerah lain seperti Paser dan Penajam Paser Utara.

“Akibatnya banyak lahan produktif di Kaltim tidak bisa dimanfaatkan, bahkan terancam menjadi lahan sawit semua,” sindir Akmal.

Dalam kesempatan itu, Pj Gubernur Akmal juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak termasuk tokoh-tokoh masyarakat Marangkayu dan sekitarnya yang hadir dalam peninjauan itu.

“Terima kasih bapak ibu semua atas dukungannya. Semoga bendungan ini dapat segera kita rasakan manfaatnya,” ungkap Akmal.

Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan pihaknya pada tahun anggaran 2024 mendatang telah mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan seluas 28 hektare.

“Lahan itu nanti untuk saluran irigasi,” pungkasnya.